Hari Raya Idul Fitri 1443 H, aku beserta keluargaku mudik ke kampung ayahku di Purwokerto dua hari sebelumnya. Kami pergi ke Purwokerto untuk mengunjungi mbah putri serta keluarga besarku yang tinggal disana. Kami berangkat siang hari jam 12.30 agar bisa berbuka puasa bersama di rumah simbah. Dalam perjalanan beberapa kali aku tertidur di dalam mobil karena merasa lelah menempuh perjalanan yang jauh dan cukup lama. Kami beberapa kali istirahat baik di pom bensin, masjid dan restoran untuk istirahat, melaksanakan sholat, dan buka puasa.
Setelah menempuh perjalanan panjang sekitar 7 jam, akhirnya kami tiba juga di rumah simbah. Sesampainya disana aku dan keluarga disambut dengan hangat oleh mbah putri serta tanteku. Setelah kami selesai menurunkan semua barang-barang bawaan, kami tidak lupa membersihkan diri dulu dengan mencuci tangan dan mengganti baju agar lebih aman tidak membawa virus covid-19. Kemudian kami langsung mengobrol dan bercanda ria di ruang tamu, tak terasa waktu sudah malam. Akhirnya kami semua memutuskan untuk tidur dan melanjutkan pembicaraan pada pagi hari.
Saat sahur, aku terbangun sendiri karena mendengar suara bedug sahur keliling yang berhenti lama di depan rumah. Bedug sahur keliling dikerjakan oleh para pemuda dengan diiringi berbagai benda seperti galon, kaleng, dan besi. Suara sahur keliling sangat meriah dan seru sehingga dapat membangunkan warga untuk melaksanakan sahur. Siang harinya kami hanya berbicang-bincang dan mengobrol bersama. Ketika waktu buka kita makan bersama-sama di rumah menikmati makanan buatan simbah. Malamnya kami keluar jalan-jalan keliling purwokerto dan mencoba melewati seperti jembatan layang baru. Kami juga pergi ke salah satu mall dan mampir ke food court. Di sana aku kalap membeli berbagai macam makanan yang enak hehe...
Tepat di Hari Raya Idul Fitri kami bagun pagi dan siap-siap untuk sholat idul fitri. Sepulang sholat ied kita makan sroto. Makanan yang selalu dimasak mbah putriku ketika kami pulang kampung. Setelah sarapan sebentar kami lanjut ke makam untuk mendoakan para leluhur yang sudah meninggal dunia. Kami pulang kembali kerumah dan di sana kita sungkeman dengan para orang tua dan mbah. Kami juga saling maaf memaafkan dengan para saudara. Sekitar jam 9 pagi sampai sore banyak keluarga besar yang berkunjung dan bersilaturahmi ke rumah mbah. Dalam perkumpulan keluarga besar itu, kami banyak mengobrol dan bercerita bersama karena sudah lama sekitar 2 tahunan tidak bertemu. Setelah semua pulang, kami beristirahat karena besok pagi jam 3 kami harus pulang kembali ke Ungaran.
Keesokan harinya jam 03.20 pagi dini hari, kami harus pulang ke Ungaran karena ada acara keluarga di Ungaran jam 10.30. Jalanan masih sangat sepi sehingga jam 07.15 pagi hari alhamdulillah kami sudah sampai di rumah dengan keadaan sehat walafiat. Selain itu, pemandangan sepanjang perjalanan pagi tadi sangat indah karena melewati pegunungan dan bertepatan dengan matahari terbit. Setelah selesai acara di Ungaran, kami melanjutkan perjalanan ke Sragen dimana keluarga besar ibuku tinggal. Sesampainya di rumah mbah, tidak lupa kami bersih bersih terlebih dahulu agar terhindar dari virus baru kemudian sungkeman kepada simbah.
Kami dan simbah kemudian pergi ke meja makan untuk makan bersama dan mengobrol banyak hal. Selesai makan simbahku ngasih thr ke aku dan kakakku. Sekitar jam 8 malam saudara-saudaraku datang. Disana aku dapat thr dari om dan tanteku. Aku dan saudaraku bermain undercover bersama hingga kita bermain sampai larut malam. Saudaraku akhirnya memutuskan untuk pulang karena rumahnya dekat dengan rumah simbah.
Sekian dulu cerita perjalanan kami sekeluarga bersilaturahmi di hari yang fitri. Walaupun acaranya padat dan memakan banyak waktu, tetapi tidak terasa lelah sedikitpun karena perasaan senang dan gembira. Terima kasih yang sudah membaca, see you...😄






