Senin, 09 Mei 2022

PERJALANAN MUDIKKU

     Hari Raya Idul Fitri 1443 H, aku beserta keluargaku mudik ke kampung ayahku di Purwokerto dua hari sebelumnya. Kami pergi ke Purwokerto untuk mengunjungi mbah putri serta keluarga besarku yang tinggal disana. Kami berangkat siang hari jam 12.30 agar bisa berbuka puasa bersama di rumah simbah. Dalam perjalanan beberapa kali aku tertidur di dalam mobil karena merasa lelah menempuh perjalanan yang jauh dan cukup lama. Kami beberapa kali istirahat baik di pom bensinmasjid dan restoran untuk istirahat, melaksanakan sholat, dan buka puasa. 

  Lalu lintas sepanjang perjalanan dari Ungaran menuju Purwokerto sangat padat sehingga waktu tempuh yang biasanya cukup 5 jam menjadi 7 jam. Jadi yang awalnya diperkirakan bisa buka puasa dirumah mbah ternyata tidak bisa. Kami terpaksa buka di tengah perjalanan yaitu di Banjarnegara. Saat buka kami ingin pergi ke rumah makan yang terkenal enak di Banjarnegara, namun ternyata sudah penuh dan hanya bisa dilayani jam 7 malam. Kami mencari rumah makan di Kota Banjarnegara namun semua rumah makan sudah pada penuh juga. Akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan sambil mencari rumah makan yang tidak penuh. Tidak lama perjalanan, kami menemukan tempat makan yang tidak terlalu ramai, jadi kami  makan disana.

     Setelah menempuh perjalanan panjang sekitar 7 jam, akhirnya kami tiba juga di rumah simbah. Sesampainya disana aku dan keluarga disambut dengan hangat oleh mbah putri serta tantekuSetelah kami selesai menurunkan semua barang-barang bawaan, kami tidak lupa membersihkan diri dulu dengan mencuci tangan dan mengganti baju agar lebih aman tidak membawa virus covid-19. Kemudian kami langsung mengobrol dan bercanda ria di ruang tamu, tak terasa waktu sudah malam. Akhirnya kami semua memutuskan untuk tidur dan melanjutkan pembicaraan pada pagi hari.

   Saat sahur, aku terbangun sendiri karena mendengar suara bedug sahur keliling yang berhenti lama di depan rumah. Bedug sahur keliling dikerjakan oleh para pemuda dengan diiringi berbagai benda seperti galon, kaleng, dan besi. Suara sahur keliling sangat meriah dan seru sehingga dapat membangunkan warga untuk melaksanakan sahur. Siang harinya kami hanya berbicang-bincang dan mengobrol bersama. Ketika waktu buka kita makan bersama-sama di rumah menikmati makanan buatan simbah. Malamnya kami keluar jalan-jalan keliling purwokerto dan mencoba melewati seperti jembatan layang baru. Kami juga pergi ke salah satu mall dan mampir ke food court. Di sana aku kalap membeli berbagai macam makanan yang enak hehe...

   Tepat di Hari Raya Idul Fitri kami bagun pagi dan siap-siap untuk sholat idul fitri. Sepulang sholat ied kita makan sroto. Makanan yang selalu dimasak mbah putriku ketika kami pulang kampung. Setelah sarapan sebentar kami lanjut ke makam untuk mendoakan para leluhur yang sudah meninggal dunia. Kami pulang kembali  kerumah dan di sana kita sungkeman dengan para orang tua dan mbah. Kami juga saling maaf memaafkan dengan para saudara. Sekitar jam 9 pagi sampai sore banyak keluarga besar yang berkunjung dan bersilaturahmi ke rumah mbah. Dalam perkumpulan keluarga besar itu, kami banyak mengobrol dan bercerita bersama karena sudah lama sekitar 2 tahunan tidak bertemu. Setelah semua pulang, kami beristirahat karena besok pagi jam 3 kami harus pulang kembali ke Ungaran. 

  Keesokan harinya jam 03.20 pagi dini hari, kami harus pulang ke Ungaran karena ada acara keluarga di Ungaran jam 10.30Jalanan masih sangat sepi sehingga jam 07.15 pagi hari alhamdulillah kami sudah sampai di rumah dengan keadaan sehat walafiat. Selain itu, pemandangan sepanjang perjalanan pagi tadi sangat indah karena melewati pegunungan dan bertepatan dengan matahari terbit. Setelah selesai acara di Ungaran, kami melanjutkan perjalanan ke Sragen dimana keluarga besar ibuku tinggal. Sesampainya di rumah mbah, tidak lupa kami bersih bersih terlebih dahulu agar terhindar dari virus baru kemudian sungkeman kepada simbah. 

    Kami dan simbah kemudian pergi ke meja makan untuk makan bersama dan mengobrol banyak hal. Selesai makan simbahku  ngasih thr ke aku dan kakakku. Sekitar jam 8 malam saudara-saudaraku datang. Disana aku dapat thr dari om dan tanteku. Aku dan saudaraku bermain undercover bersama hingga kita bermain sampai larut malam. Saudaraku akhirnya memutuskan untuk pulang karena rumahnya dekat dengan rumah simbah.

    Pagi berikutnya sekitar jam 9 pagi saudaraku datang kembali. Mereka membawa uno kartu. Kita kemudian bermain bersama sambil ngemil di ruang tamu. Malam harinya saudaraku yang dari Magelang datang, kami semua memutuskan untuk makan malam diluar. Setelah selesai makan, kita pulang ke rumah simbah dan beristirahat. Sebelum tidur, aku dikasih thr lagi oleh pakde dan budhe.


  Keesokan harinya kita bersiap-siap untuk bersilahturahmi ke rumah saudaranya mbahku. Kita pergi ke dua tempat disana kami melakukan sungkeman dan berbincang-bincang. Aku juga dapat thr dari adiknya mbah.Sepulang silahturahmi aku dan saudara-saudaraku main dan seru seruan bersama sebelum aku pulang ke Ungaran. Sore harinya jam 15.30 aku dan keluarga pulang kembali ke Ungaran. Perjalanan pulang sedikit lebih lama dari biasanya karena hujan lebat dan macet di tol. Alhamdulillah akhirnya jam 19.05 kami sampai di rumah dengan selamat. 

  Sekian dulu cerita perjalanan kami sekeluarga bersilaturahmi di hari yang fitri. Walaupun acaranya padat dan memakan banyak waktu, tetapi tidak terasa lelah sedikitpun karena perasaan senang dan gembira. Terima kasih yang sudah membaca, see you...😄

Sabtu, 28 Agustus 2021

BALI DI MASA PANDEMI

Suasana Bali saat pandemi Covid-19 terasa sangat-sangat berbeda dengan suasana Bali sebelumnya. Pada pertengahan bulan Juni 2021, Aku sekeluarga terbang ke Bali buat nemenin ayah Work From Bali. Sebelum berangkat kita harus swab antigen PCR terlebih dulu dan di pesawat juga sudah diatur sedemikian rupa sehingga antar penumpang berjarak satu tempat duduk. Keluar masuk pesawat juga diatur agar tidak terjadi tumpukan penumpang dipintu masuk pesawat. 

Aku kaget sesampainya di Bali, suasananya sangat sepi. Sepanjang jalan menuju ke villa, toko-toko, rumah makan, hotel, pura-pura pada tutup. Kata pak drivernya, selama pandemi tidak ada touris dan wisatawan lokal yang berkunjung ke Bali jadi suasana di Bali memang sangat sepi.

Sesampainya di villa di daerah Seminyak...kami sekeluarga bersih-bersih badan dulu dan kemudian ganti baju terus melanjutkan perjalanan ke Ubud. Di Ubud, aku dan keluarga berkunjung ke Terrace River Pool Swing, tempat wisata itu banyak sekali spot-spot swafoto dan tersedia macam-macam minuman kopi kesukaan ayahku.. Setelah puas berfoto-foto, aku pergi makan siang sambil melihat pemandangan danau & gunung batur di perbukitan di Kintamani. Hem...pemandangannya indah banget...dari restoran kita bisa melihat pemadangan danau batur dan perbukitan yang indah dan hijau... lanjut ke Desa Wisata Panglipuran. Di setiap tempat, pengunjung tidak terlalu ramai...jadi memang protokol kesehatan sangat-sangat bisa dijalankan. Selain itu, setiap pengunjung harus di cek suhunya terlebih dahulu.

Pada hari kedua, sorenya aku baru pergi ke Pantai Kuta buat melihat senja...Di Pantai Kuta, suasananya agak sedikti rame dibanding kan daerah Ubud dan Kintamani...Tapi pengunjung lagi-lagi tetap harus mengikuti protokol kesehatan yaitu memakai masker, dan menjaga jarak satu dengan yang lain.

Hari ketiganya, Aku dan keluarga pergi ke Tanah Lot, dan disana juga sangat sepi. Toko-toko souvenir pada tutup...kasihan lihatnya...Setelah lama bermain air di Tanah Lot, aku dan keluarga mampir ke toko oleh-oleh....

Pada hari keempat, sebelum pulang sore harinya. Keluargaku menyempatkan pergi ke Monumen Bajra Sandhi, yang di dalamnya terdapat sejarah-sejarah Bali. Kemudian ke Pantai Sanur buat makan siang di Restoran Mak Beng yang sangat terkenal dengan olahan sup ikannya di Sanur. Setelah itu, aku melanjutkan perjalanan ke Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), tetapi disana aku tidak bisa masuk karena kawasannya di tutup, jadi hanya boleh lihat patung GWK dari kejauhan saja....tapi tidak apa-apa sih..yang penting udah pernah lihat...hi.hii... Selanjutnya aku dan keluarga pergi ke Pantai Pandawa. Waw.... pemandangan sangat bagus... Setelah perjalanan panjang...sore harinya, aku dan keluarga terbang kembali ke Semarang. Perjalanan ini tidak untuk ditiru ya....cuman sekedar sharing-sharing aja....karena pandemi Covid-19 masih ada. Kalaupun mau pergi-pergi harus mematuhi protokol kesehatan yang ketat....

Walaupun liburan kali ini cukup singkat tetapi tetap saja ini liburan yang menyenangkan dan mengesankan. Semoga pandemi ini segera berlalu...dan Bali segera bangkit seperti sedia kala...

Kurang lebihnya seperti itu pengalaman saya selama berlibur di Bali saat pademi. Terima kasih yang sudah membaca, sampai jumpa di lain waktu...


PERJALANAN MUDIKKU

       Hari Raya Idul Fitri 1443 H, aku beserta keluargaku mudik ke kampung ayahku di Purwokerto d ua hari sebelumnya.  Kami  pergi ke  Purw...